|
(bag. 2)
Farm
Selain diperoleh dari suplier, petani, atau pemasok, bahan baku
yang dibutuhkan PT Jamoe Iboe Jaya juga diperoleh dari perkebunan
yang dimiliki sendiri oleh PT Jamu Iboe Jaya. Hal ini untuk menjaga
kontiunitas dan kestabilan volume produksi. Beberapa bahan baku
varieatas tanaman obat-obatan yang tidak bisa disuplai pihak luar,
dipenuhi dari perkebunan ini.
Selain perkebunan yang berada dalam komplek pabrik,
PT Jamu Iboe Jaya, juga memiliki perkebunan tanaman obat-obatan
di Pacet kabupaten Mojokerto Indonesia, sebuah dataran tinggi yang
subur dan cocok untuk
tanaman obat-obatan. Ditempat ini juga, eksplorasi dan penelitian
tentang tanaman obat-obatan dilakukan.
Manufacturing
Untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi, PT Jamu Iboe Jaya
menggabungkan falsafah kuno tentang jamu
dan obat-obatan dengan perkembangan teknologi manufaktur. Proses
peracikan ramuan jamu yang dulu murni dilakukan dengan tangan, kini
telah digantikan dengan proses manufaktur modern secara otomatis
menggunakan mesin-mesin berteknologi tinggi. Proses otomantisasi
akan menjamin terpenuhinya kuantitas produksi, hiegenitas dan standar
mutu jamu yang dihasilkan. Maka tenaga kerja yang dibutuhkan PT
Jamu Iboe Jaya dalam proses produksinya juga relatif sedikit, hanya
sekitar 200 karyawan.
Meski demikian, PT Jamu Iboe Jaya tetap memperhatikan prinsip dan
falsafah Jamu, yang khasiat ramuannya telah terbukti bertahun-tahun.
Resep dan ramuan obat-obatan tardional Indonesia tersebut, yang
terus disempurnakan oleh PT Jamu Iboe Jaya untuk kemudian diproduksi
secara massal.
Kegiatan tersebut dipusatkan di lokasi seluas 28000 m2 komplek
pabrik PT Jamu Iboe Jaya. Proses itu berjalan dengan total quality
manajemen, quality control serta monitoring standar produksi yang
ketat. Didukung oleh afiliasi dengan perusahaan atau pihak terkait
lain sepeprti suplier bahan baku, distributor yang berdedikasi,
PT Jamu Iboe Jaya berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggan.
Research and Development
Diantara produsen Jamu lainnya, PT Jamu Iboe Jaya merupakan pioner
dalam melakukan modernisasi produk dan pelaksanaan Riset. Semangat
ini terlihat sejak tahun 1979, ketika terobosan penggunaan teknologi
aluminium
foil untuk pengemasannya. Terobosan ini akhirnya diikuti oleh produsen-produsen
lain di Indonesia.
Saat ini, kegiatan riset dipusatkan di PT Jamu Iboe Jaya Research
& Development (R&D) Center berlokasi di Tanjungsari, Sidoarjo, Indonesia
yang juga komplek pusat produksi. Fasilitas ini dibangun tahun 1980.
Desain Laboratorium yang spesifik dibangun untuk memudahkan kegitan
riset dilakukan dengan mengintegrasikan semua pihak yang terkait
dalam proses produksi. Didalamnya, tersedia juga fasilitas penunjang
sepperti perpustakaan, ruang konferensi, dan ruang training untuk
mensupport kegiatan R&D tersebut.
Untuk menghasilkan riset-riset yang berkualitas, PT Jamu Iboe Jaya
merekrut tenaga-tenaga profesional dibidangnya. Tenaga R&D yang
terdiri dari berbagai displin ilmu, seperti Farmakologi, Ahli kimia
analis, Kimia Organik, Kimia Fisik, Kimia Teknik, Toxicology, Biologi,
Agronomi, Herbalist, Statistics dan sebagainya, merupakan tenaga
terbaik di bidangnya.
Dengan dukungan fasilitas dan tenaga yang profesional tersebut,
telah lahir berbagai produk jamu dan makanan/minuman kesehatan berkualitas
tinggi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan masayarakat. Inovasi
serta terobosan terus dilakukan untuk menghasilkan produk-produk
baru.
Untuk itu, Team R&D juga menerima feedback atau masukan
dari konsumen, baik tentang produk yang sudah beredar di pasaran
atau usulan produk baru yang mungkin berguna bagi masyarakat.
Kesuksesan dari Team ini diukur dari kemampuan untuk menghasilkan
produk-produk baru dan improvisasi yang dilakukan dalam menanggapi
keluhan masayarakat atas produk-produk yang telah diluncurkan. Bagaimanapun
juga kepuasan konsumen merupakan hal yang paling utama.
<<<<
|